Cordoba, Granada — Menangislah Seperti Wanita ….

Cordoba, Granada — Menangislah Seperti Wanita ….

16 Desember 2020 0 By admin

Catatan Asro Kamal Rokan

MEZQUITA CATHEDRAL DE CORDOBA — begitu nama yang tercantum di Google Maps maupun buklet wisata. Namun bagi warga Cordoba, Spanyol, bangunan bersejarah ini lebih dikenal dengan nama La Mezquita de Cordoba, yang berarti Masjid Agung Cordoba, meski bangunan ini bukan lagi masjid, melainkan katedral diosese Córdoba.

Mezquita (masjid) ini bagian dari sejarah panjang: kegemilangan peradaban Islam, yang mempengaruhi peradaban Eropa. Kini, bangunan tersebut adalah titik balik masa lalu—peradaban yang melahirkan pemikir-pemikir Islam jeniuero0pas, yang hingga kini menjadi rujukan dunia.

Selama 781 tahun (711-1492 M) Islam berkuasa di Andalusia, yang meliputi Spanyol, Portugal, dan Perancis selatan. Dan, Cordoba merupakan ibu kota Andalusia pada masa pemerintahan dinasti Umayyah.

 

Di dalam, terbentanglah interior mezquita yang menakjubkan. Pilar-pilar, yang konon berjumlah lebih seribu, berjejer dengan arsitektur yang indah. 

Salah satu monumen kejayaan Islam adalah Masjid Cordoba, yang luasnya sekitar 23.400 meter persegi, dirancang untuk menampung lebih dari 9.000 jamaah sholat. Dalam buklet The Cathederal of Cordoba, disebutkan bahwa mezquita ini dibangun di atas gereja San Vicente pada tahun 785. Versi lain menyebutkan, masjid ini dibangun di atas situs Visigothic, kuil Romawi.

Khalifah Abdurrahman I dari Dinasti Umayyah — yang berkuasa di Spanyol — membeli belahan milik Kristen pada tahun 787, kemudian membangun masjid besar, yang diteruskan khalifah Abdurahman II, Al-Hakam II, dan Al-Mansur (987). Masjid ini berubah menjadi katederal setelah kekuasaan Islam runtuh, 1492. Ketika itu, umat Islam harus memilih, mempertahankan iman atau mati. Darah tergenang di masjid besar dan luas ini.

Laman: 1 2 3 4 5 6 7