PERJALANAN

Keperihan di Museum Bronbeek, Belanda

Catatan Asro Kamal Rokan

SUHU dingin masih menyergap Bronbeek, Arnhem. Kami memasuki halaman rumput hijau sangat luas. Di halaman ini ada batu besar yang dikawal dua patung prajurit, yang lengkap dengan baju militer, senapan, peluru, dan pedang. Dua prajurit itu berwajah Indonesia. Di batu ditulis: KNIL— Koninklijke Nederlands-Indische Leger 1830-1950.

Di sini berdiri sejumlah gedung abad ke-19. Semula gedung-gedung besar itu adalah istana Raja William lll. Pada 1859, disumbangkan kepada negara untuk tempat tinggal prajurit KNIL yang cacat, dengan syarat mereka memberikan koleksi bersejarah. Kini, tempat tersebut menjadi museum. Beberapa orang KNIL masih ada di sana.

Museum Bronbeek di Arnhem, Belanda, banyak koleksi benda-benda bersejarah dan dokumen masa penjajahan Belanda di Indonesia

KNIL adalah pasukan bentukan Belanda, setelah berakhirnya perang Diponegoro, 1830, melalui keputusan Jenderal Van den Bosch. Prajuritnya mayoritas berasal dari pribumi, selain prajurit bayaran dari Prancis, Belgia, Swiss, dan Prancis. Ada juga warga Belanda, namun mereka berasal dari prajurit yang melanggar hukum di negaranya.

Museum Bronbeek terdapat di Arnhem, ibu kota Provinsi Gelerand, yang berbatasan dengan Jerman. Di sini, banyak sekali koleksi benda-benda bersejarah dan dokumen masa penjajahan Belanda di Indonesia, seperti juga di museum Universitas Laiden. Dokumen-dokumen tersebut, termasuk fakta kekejaman tentara Belanda.

Laman: 1 2 3