Lebih Sejuta Koruptor telah Dieksekusi Mati

Lebih Sejuta Koruptor telah Dieksekusi Mati

16 Februari 2021 0 By admin
Mantan Dirut Huarong Asset Managemen China, Lia Xiaomin diekseskusi mati

Mantan Dirut Huarong Asset Managemen China, Lia Xiaomin diekseskusi mati

 

JAKARTA — Bankir terkenal China, bernama Lai Xiaomin, dihukum mati pada Jumat, 29 Januari 2021. Pengadilan di

kota Tianjin menghukum mati politisi Partai Komunis China itu karena terbukti korupsi 260 juta dollar AS (Rp 3,6 triliun).

Hukuman mati pada Lai Xiaomin ini, menambah panjang daftar koruptor yang dihukum mati di China.

BBC dalam laporannya, 8 Oktober 2017, menyebutkan, Pusat Pemantauan Disiplin (CCDI –Central Commission for Discipline Inspection}, yang mengawasi tindak korupsi di China mengatakan, sebanyak 1,34 juta orang sudah dieksekusi sejak 2013.

Kantor berita Cina, Xinhua, memberitakan pemerintah China dengan giat mengejar para tersangka korupsi yang melarikan diri ke luar negeri lewat operasi  “Harimau dan lalat.” Pemerintah mengutus aparat ke Afrika, Amerika Selatan, Asia Pasifik, dan Eropa Barat khusus untuk memburu koruptor.

Operasi “harimau dan lalat” yang dicanangkan Presiden Xi Jinping sejak menjabat, dimaksudkan mengejar pejabat rendahan hingga pejabat tinggi. Pejbat rendahan yang sudah dieksekusi mati sebanyak 648.000 pegawai tingkat desa.

Lai Xiaomin

Lai Xiaomin, ditangkap 2018 lalu atas tuduhan menerima suap selama 10 tahun. Dia adalah pemimpin Huaron China– perusahaan keuangan terbesar– yang menangani asset dari kredit macet bank-bank besar milik negara.

Ketika ditangkap, yang ditayangkan televisi China, CCTV, polisi menemukan uang tunai di rumahnya sebanyak 270 juta yuan atau sekitar Rp 539 miliar. Saat disit, berat uang itu tiga ton.

Dan, yang mengejutkan. Selain dua istri, Lai yang berusia 57 tahun,  memiliki 100 wanita simpanan. Menurut Nikkei Asia, wanita-wanita itu ditempatkan Lai sebagai eksekutif senior di berbagai perusahaannya.

Para wanita itu membantunya mengelola properti, juga pencucian uang. Melalui lotre palsu, para wanita itu mendapatkan masing-masing satu apartemen mewah dalam satu kompleks yang sama, di Kota Zhuhai, Provinsi Guangdong.

Sejak 2001, semasa Perdana Menteri Zhu Rongji, China bersikap keras pada koruptor. Zhu Rongji dikenal dengan pernyataannya, “Beri saya 100 peti mati, 99 untuk koruptor, dan satu untuk saya jika saya korupsi.”

Zhu Rongji mungkin mengikuti pepatah China: bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor monyet.

Presiden China, Xi Jinping, pada 2016 lalu menetapkan ambang batas  hukuman mati bagi mereka yang korupsi, sebesar 3 juta yuan (Rp 6,4 miliar).

Sementara itu di Indonesia, Transparansi International Indonesia (TII) dalam keterangannya, Kamis 29 Januari 2021, menyebutkan indeks persepsi korupsi (IPK) tahun 2020, turun dari skor 40 pada tahun sebelumnya, menjadi skor 37.  Indonesia berada di peringkat 102 negara dan 180 negara.

Di Asia, menurut Manager Departemen Riset Transparansi International Indonesia, Wawan Suyatmiko, Indonesia nomor tiga terburuk, setelah India dan Kamboja. Di ASEAN, Indonesia di peringkat lima, di bawah Singapura, Brunei Malaysia, dan Timor Leste. (akar)