Menikmati Lagu Bengawan Solo di Supertree Grove Singapura

Menikmati Lagu Bengawan Solo di Supertree Grove Singapura

21 Januari 2021 0 By admin

JAKARTA — Lagu Bengawan Solo mengalun di Garden Rhapsody, Supertree Grove. Lampu warna-warni, yang berada di pohon-pohon raksasa itu, berkedip-kedip mengikuti irama lagu karya Gesang (alm).

 

Selesai lagu Bengawan Solo, berganti lagu lain, termasuk lagu-lagu India dan Mandarin. Malam terasa begitu meriah. Lagu dan pertunjukan lampu ini berlangsung satu jam sejak pada pukul 19.30 setiap malam.

Di setiap pohon, ditaham berbagai jenis tumbuhan merambat, di antaranya pakis dan anggrek. Total ada sekitar 162,900 lebih tumbuh-tumbuhan.

Supertree Grove bagian dari Gardens by the Bay — Kota Taman seluas 101 hektar, yang sengaja dirancang sebagai paru-paru Singapura. Di areal ini, ada 12 supertree yang memiliki ketinggian antara 25 meter hingga 50 meter.

Pohon raksasa ini dibuat dari baja dengan struktur pohon. Di setiap pohon, ditaham berbagai jenis tumbuhan merambat, di antaranya pakis dan anggrek. Total ada sekitar 162,900 lebih tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan ini menutup tulang besi, sehingga menyerupai pohon sesungguhnya.

Selain Supertree Grove, di areal kota hutan Gardens by the Bay, ada Cloud Forest, Flower Dome, hotel, dan berbagai objek wisata lainnya. Cloud Forest dan Flower Dome berada di bangunan berdinding kaca.

Cloud Forest, gunung pohon setinggi 42 meter. Pengunjung dapat naik melalui lift dan tangga melingkar. Seperti Supertree Grove, gunung pohon ini juga dibalut berbagai jenis tanaman, di antaranya anggrek. Cloud Forest juga ada air terjun 35 meter, yang menjadikan suasana seakan berada di hutan dan udara segar.

Tidak jauh, ada Flower Dome. Bangunan kaca yang berisi berbagai jenis bunga ini, merupakan terbesar di dunia berdasar Guinness Book of World Records 2015. Luasnya 1,2 hektar. Jenis berbagai bunga tersebut, banyak ditemukan di Indonesia.

Singapura, negara pulau yang tumbuh dengan gedung-gedung tinggi dan modern, berusaha mengimbanginya dengan hutan buatan. Garden by the Bay seluas 101 hektar di distrik Marina, pinggir pantai, mulai berfungsi pada 29 Juni 2012. Dan, ini jadi pusat kunjungan wisata. Delapan tahun setelah beroperasi, sekitar 50 juta turis mengunjungi Garden by the Bay.

Situasi berubah 2020. Pandemi Covid-19 memukul perekonomian Singapura. Negara ini mengalami resesi, pertumbuhan minus 5,8 persen. Ini berimbas ke parawisata. Tahun sebelumnya 19 juta wisatawan berkunjung ke negara ini. Kini merosot sangat tajam.

Garden by the Bay juga ditutup selama tiga bulan sejak Mei 2020. Buka kembali Juli 2020 dengan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah pengunjung.

Saya beruntung berkunjung Agustus 2019, sebelum Covid-19. (akr)